Pengenalan Tanaman Jagung (Zea Mays L.) – Taksonomi dan Morfologi
Tanaman jagung merupakan tanaman pangan dan tanaman serealia yang produktif di dunia. Tanaman ini biasa ditanam di wilayah dengan suhu tinggi dan pematangan tongkol ditentukan oleh akumulasi panas yang diterima oleh tanaman. Media tanam untuk tanaman jagung yang optimal yaitu dengan drainase baik, struktur tanah gembur, kelembaban yang cukup, sementara itu tanaman ini akan layu apabila kelembaban tanah kurang dari 40% kapasitas lapang atau apabila batangnya terendam air (Iriany et al., 2008). Untuk lebih lengkapnya, dijelaskan oleh Kementrian Pertanian (2014) bahwa syarat tumbuh untuk tanaman jagung yaitu
- Tekstur : Lempung, lempung berdebu, dan lempung berpasir
- Struktur : Gembur
- pH : 5,5 – 7,5
- Kemiringan : <8%
Iklim
- Intensitas Sinar : 100%
- Curah hujan opt. : 100 – 200 mm/bulan
- Tinggi tempat : 0 – 1.300 mdpl
- Type iklim : A-E (Oldeman)
Adanya produksi jagung
yang berbeda antar daerah disebabkan karena perbedaan tingkat kesuburan tanah,
ketersediaan air (Iklim), dan varietas yang ditanam.
Klasifikasi
tanaman jagung
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub
Divisi : Angiospermae
Class : Monocotyledoneae
Ordo : Poales
Familia : Poaceae
Genus : Zea
Spesies : Zea mays L.
Secara umum, tanaman jagung tersusun seperti rumput-rumputan dalam suku Andropogoneae (the Bluestem or Sorghum Tribe), dan tanaman jagung telah mengalami modifikasi melalui proses domestikasi.
1. Batang
Batang tanaman jagung merupakan batang tengah panjang yang menompang setiap bagian tanaman. Adanya cabang batang hanya pada bagian yang menompang reproduksi. Kekuatan batang yang dimiliki jagung memungkinkan untuk dapat tumbuh sangat tinggi hingga mencapai 4 meter, tergantung pada varietas. Pada setiap ruas batang hanya tumbuh satu daun dan tangkai dapat memiliki 20 ruas atau lebih. Berkas pengankut tersebar di seluruh batang apabila dilihat secara melintang.
2. Akar
Bersumber dari jagungbisi.com jagung
memiliki akar serabut dengan tiga macam perakaran yaitu akar seminal, akar
adventif, dan akar kait atau penyangga. Akar seminal yaitu akar yang berkembang
dari radikula dan embrio. Pertumbuhan akar seminal akan melambat setelah
plumula muncul ke permukaan tanah dan pertumbuhan akar seminal akan berhenti
pada vase V3. Akar adventif adalah akar yang semula berkembang dari buku di
ujung mesokotil, kemudian set akar adventif berkembang dari tiap buku secara
berurutan dan terus ke atas antara 7-10 buku, semuanya di bawah permukaan
tanah. Akar adventif berkembang menjadi serabut akar tebal. Akar adventif
berperan dalam pengambilan air dan hara. Akar kait atau penyangga adalah akar
adventif yang muncul pada dua atau tiga buku di atas permukaan tanah. Fungsi
dari akar penyangga adalah menjaga tanaman agar tetap tegak dan mengatasi rebah
batang. Akar ini juga membantu penyerapan hara dan air.
3. Daun
Berdasarkan jagungbisi.com, sesudah
koleoptil muncul di atas permukaan tanah, daun jagung mulai terbuka. Setiap daun
terdiri atas helaian daun, ligula, dan pelepah daun yang erat melekat pada
batang. Jumlah daun sama dengan jumlah buku batang. Jumlah daun umumya berkisar
antara 10-18 helai, rata-rata munculnya daun yang terbuka sempurna adalah 3-4
hari setiap daun. Tanaman jagung di daerah tropis mempunyai jumlah daun relatif
lebih banyak dibanding di daerah beriklim sedang (temperate) (Paliwal 2000). Tanaman
ini memiliki tulang daun sejajar.
Dikemukakan oleh earthathome.org bahwa jagung merupakan tanaman C 4 . Setiap ikatan pembuluh mempunyai selubung ikatan yang terdiri dari satu lapisan sel dengan kloroplas besar di dekat dinding luarnya. Seperti yang biasa terjadi pada tumbuhan C4 , sel mesofil tersusun konsentris di sekitar selubung berkas.
4. Struktur Reproduksi
Jagung
disebut tanaman berumah satu (monoeciuos) karena bunga jantan dan bunga betina
terdapat dalam satu tanaman. Tanaman jagung adalah protandry, di mana pada
sebagian besar varietas, bunga jantannya muncul (anthesis) 1-3 hari sebelum
rambut bunga betina muncul (silking).
1)
Struktur jantan (tassel)
Berkembang
dari titik tumbuh apikal di ujung tanaman. Selama proses perkembangan,
primordia stamen pada axillary bunga tidak berkembang dan menjadi bunga betina.
Demikian pula halnya primordia ginaecium pada apikal bunga, tidak berkembang
dan menjadi bunga jantan (Palliwal 2000). Serbuk sari (pollen) adalah
trinukleat. Pollen memiliki sel vegetatif, dua gamet jantan dan mengandung
butiran-butiran pati. Dinding tebalnya terbentuk dari dua lapisan, exine dan
intin, dan cukup keras. Karena adanya
perbedaan perkembangan bunga pada spikelet jantan yang terletak di atas dan
bawah dan ketidaksinkronan matangnya spike, maka pollen pecah secara kontinu dari tiap tassel dalam tempo
seminggu atau lebih.
2)
Struktur betina
Foto silking pada jagung (Wikimedia Commons)
Rambut jagung (silk) adalah pemanjangan dari saluran stylar ovary yang matang pada tongkol. Rambut jagung tumbuh dengan panjang hingga 30,5 cm atau lebih sehingga keluar dari ujung kelobot. Panjang rambut jagung bergantung pada panjang tongkol dan kelobot.
5. Tongkol dan Biji
Tanaman
jagung mempunyai satu atau dua tongkol, tergantung varietas. Tongkol jagung
diselimuti oleh daun kelobot. Tongkol jagung yang terletak pada bagian atas
umumnya lebih dahulu terbentuk dan lebih besar dibanding yang terletak pada
bagian bawah. Setiap tongkol terdiri atas 10-16 baris biji yang jumlahnya
selalu genap.
Biji jagung disebut kariopsis, dinding ovari atau perikarp menyatu dengan kulit biji atau testa, membentuk dinding buah. Biji jagung terdiri atas tiga bagian utama, yaitu (a) pericarp, berupa lapisan luar yang tipis, berfungsi mencegah embrio dari organisme pengganggu dan kehilangan air; (b) endosperm, sebagai cadangan makanan, mencapai 75% dari bobot biji yang mengandung 90% pati dan 10% protein, mineral, minyak, dan lainnya; dan (c) embrio (lembaga), sebagai miniatur tanaman yang terdiri atas plamule, akar radikal, scutelum, dan koleoptil (Hardman and Gunsolus 1998).
Refrence
Iriany, R. N., Yasin,
M. H. G., & Takdir, A. M. (2008). Asal, Sejarah, Evolusi, dan Taksonomi
Tanaman Jagung. Balai Penelitian
Tanaman Serelia, 1–15.
Bisi. Moroflogi Tanaman Jagung. Diakses
pada jagungbisi.com
Earth. Maize morphology and anatomy. Diakses pada
eartheathome.org
Balai Penelitian Tanaman Serealia,
Maros (Nuning Argo Subekti, Syafruddin, Roy Efendi, dan Sri Sunarti)
Kementrian Pertanian. (2014). Budidaya Jagung.Pdf
(p. 5).










Komentar