Budidaya Tanaman Jagung (Zea mays L.) – Pemilihan benih hingga haverst


A.   Syarat Mutu Benih

  •  Bebas hama dan penyakit
  • Daya tumbuh minimal 80%
  • Sehat bernas dan mengkilat
  • Hasil panen baru
  • Murni, secara fisik maupun genetik
  • Berlabel atau bersertifikat

Untuk jagung hibrida menggunakan benih bersertifikat label biru. Sedangkan jagung non hibrida atau jagung bersari bebas hendaknya menggunakan benih minimal berlabel merah jambu.

B.    Pengolahan Tanah

1.       Pengolahan sempurna

·       Tanah dibajak atau dicangkul 2x sedalam 15-20 cm, gulma dan sisa tanaman dibenamkan, tanah digarus sampai rata.

·       Waktu pengolahan tanah minimal 1 minggu sebelum tanam.

2.       Minimum Tillage

·       Tanah yang sangat peka erosi (bertekstur ringan) diperlukan usaha konservasi tanah seperti penggunaan mulsa dan sedikit mungkin dilakukan pengolahan tanah.

·       Bila waktu tanam mendesak pengolahan tanah hanya pada barisan tanaman saja selebar 60 cm dengan kedalaman 15-20 cm.

3.       Tanpa Pengolahan Tanah (pada lahan sawah yang tanahnya ringan)

·       Tanah dicangkul hanya untuk lubang tanaman

·       Peru mulsa untuk mengatasi erosi dan menekan gulma

C.    Penanaman

Benih ditunggalkan 2-3 biji perlubang sedalam 3-5 cm untuk nonhibrida, sedangkan hibrida 1 biji/lubang, kecuali hibrida CPi-1, Pioneer, dan IPB 4 (2 biji/lubang).

D.   Pemeliharaan

·       Penyulaman dilakukan sampai umur seminggu setelah tanam.

·       Penjarangan pada umur 2-3 minggu sesuai dengan populasi yang dianjurkan

·       Pertumbuhan dilakukan pada umur 3-4 mingu atau pada saat penyiangan

1.       Pemupukan

Pemupukan alam yaitu dengan pupuk kandang, kompos, atau pupuk hijau 15-20 ton/ha. Diberikan seluruhnya pada waktu pengolahan tanah.

Pupuk buatan :

Dosis disesuaikan dengan rekomendasi setempat atau secara umum yaitu

·       Hibrida : 250-350 kg Urea, 100-150 kg TSP, 50-75 KCL, dan 0-100 kg ZA per hektare

·       Bersari bebas : 250-300 kg Urea, 75-100 kg TSP, 50-75 kg KCl, dan 0-100 kg ZA per hektare.

Waktu :

Sebagai pupuk dasar yaitu 1/3 Urea, seluruh ZA, TSP, dan KCl diberikan pada penanaman, sebagai pupuk susulan adalah 2/3 Urea diberikan pada saat +30 hari setelah tanam.

2.       Penggunaan PPC / ZPT

3.       Pengendalian Hama / Penyakit

4.       Pengairan

·       Tanaman jagung membutuhkan pengairan yang cukup untuk pertumbuhan dan untuk memberikan hasil produksi yang baik.

·       Pengairan diperlukan terutama pada saat pertumbuhan vegetatif, pembungaan, dan pengisian biji.

·       Pembuatan drainase untuk mengatasi adanya genangan air.

E.    Panen dan Pasca Panen

·       Jagung dapat dipanen apabila sudah mencapai masak optimal (tergantung varietas dan tinggi tempat).

·       Tanda-tanda jagung siap untuk dipanen apabila klobotnya berwarna coklat muda dan kering serta bijinya mengkilat. Biji ditekan dengan kuku tidak berbekas (kadar air mencapai 35-40%).

·       Perlakuan hasil untuk benih : setelah dikupas tongkol diseleksi, dikeringkan sampai kadar air 18%, kemudian dipipil dan dikeringkan lagi sampai kadar air 12%.

·       Sedangkan untuk konsumsi, pengeringan dapat berupa tongkol berkelobot atau tongkol kupasan dan pipilan sampai kadar air mencapai 12-14%. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengenalan Tanaman Jagung (Zea Mays L.) – Taksonomi dan Morfologi

There are many advantages to cute tomatoes

Bingung Mulai Nulis Skripsi? Ayo Belajar Cara Penulisan Bab 1 dalam Skripsi